Langsung ke konten utama

Postingan

kumpulkan sampah, :)

tadi pagi nonton kartun shinchan, temanya tentang sosialisasi pemisahan yang baru. ceritanya, pemerintah kota mengeluarkan peraturan pemisahan sampah yang baru. yaitu dengan membagi 7 sampai 8 kriteria sampah. seperti sampah plastik kertas daur ulang, sampah kertas daur ulang, sampai sampah yang tidak bisa di bakar dan lain-lain. keluarga nohara juga berlatih membiasakan diri membuang sampah pada tempat sampah yang telah dibedakan sesuai dengan kriteria pemisahan sampah tersebut.  singkat cerita, setelah keluarga nohara berlatih memilah sampah tiba saatnya hari pengumpulan sampah. hari pengumpulan sampah juga terjadwal sesuai dengan kriteria pemisahan sampah yang baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota. namun, ternyata setelah sudah disetorkan ke tempat pengumpulan sampah. sampah milik keluarga nohara dikembalikan kembali dengan keterangan : 'pemisahan sampah masih tercampur(belum sesuai kriteria)'. hehe, memang lucu juga melihat tingkah keluarga nohara yang berupaya...

Didalam sunyi

aku tidak mampu lagi menjangkau apa-apa dalam ragaku meski menerjang sunyi dalam bait-bait nama sang maha suci kusatukan pada ujung ubun-ubun, pangkal paru-paru, dan ujung jantungku namun terhenti pada lidah yang menggulung, hanya sampai kerongkongan saluran-saluran penghubung diantaranya seperti telah membatu atau barngkali telah berkarat pada jeda detik aku mengucap lagi, setiap waktu yang ada aku memanggil nama itu lagi namun, lagi-lagi hanya sampai kerongkonganku tersekat, terseret dalam rasa paling manusiawiku aku, kembali merindu Cirebon, juni 2013 MarLeni MarLeni

Barter

bolehkah aku menukar rinduku? dengan tatapanmu, dengan senyummu akan kurelakan selisih diantaranya agar rindu bukan lagi ceruk bagi palung hatiku agar dia tak semakin ria untuk menggali urat sadarku ayolah, sekali saja temui aku dalam transaksi senja setelah kesepakatan terjadi akan kubiarkan kamu mengambil milikmu kembali sambil membawa semuanya termasuk rinduku bawalah sampai rumahmu, toh  lagi pula rindu itu akan kembali setapak saat tatapanmu kau ambil alih Cirebon, mei 2013 MarLeni dipost juga  disini

BINTANG

Aku ingin kembali menanti senja bergulir padam. Bahkan ketika fajar baru saja datang Karena aku ingin menemuimu. Melewati hamparan  balutanhitam. Melalui kesunyian yang tersembunyi. Dalam kesendirian yang terselubung. Karena pertemuan kita hanya melalui malam. Malam, rahasia. Malam, tenang. Malam, meja perjamuan. Malam, persimpangan Malam, titik temu. Malam, harapan yg menyatu dengan wujudmu. Meski hanya satu langkahmu, kita bertemu Cirebon,24 januari 2013 MarLeni *pernah dipost  disini

HAMPARAN ARANG

            Mataku terbuka perlahan, dalam beberapa kedipan. Kemudian aku menegakan posisi dudukku. aku memandang sisi kanan dan sisi kiri. mencoba mencari hal yang menarik untuk kusimak ditengah bus yang bergoncang karena jalanan yang berkelok. pagi ini, menjadi pagi pertamaku di pulau yang berjuluk andaman, pulau sumatera. setelah malam tadi hanya menyaksikan siluet-siluet tumbuhan kelapa sawit dari kaca jendela yang berbalut kabut putih. Kini hamparan hijau terlihat jelas.             Duduk di sisi kanan bus, sinar matahari langsung menghatamku setelah menembus kaca jendela. Menyusup tegas diantara celah-celah pepohonan diluar sana. menembus kaki-kaki kuat milik pekerja karet itu. langkahnya bergerak cepat naik ke truk besar didepannya. memakai kemeja, penutup kepala, dan sepatu boots. atau entah apa lagi. karena aku hanya secepat kilat melintasi roombongan pekerja kare...

MENDEKAT

Aku dibunuh kekejianku sendiri dalam beberapa waktu, Saat detik waktu mulai membantai membantai nuraniku Seraya menatap luka-luka penuh pilu dengan senyum Teriris kabut kerinduan dalam jiwa yang menjauh Aku menunggumu seperti badai dalam hari yang tak kunjung hujan Aku merindukanmu dalam sebuah gutasi embun yang sederhana Aku mempermalukan diri karena luka yang sembuh hanya karena senyummu. Kemarilah cinta, aku bersama air matamu. Akupun ber- iringan menuju tawamu. Sekali lagi, Izinkan aku berada di tempat dijauhnya engkau pergi . . .

KENANGAN BIBIR KERINGMU

 “Rasa kehilangan pasti akan ada, jika kau pernah merasa memilikinya . . .” -Letto Mendengung dan seolah tak mati, syair terpahat perlahan dalam hatiku. Seraya terlintas bayanganmu, aku berusaha mengingat satu-persatu. Tak butuh waktu lama memang, tapi hanya terlintas beberapa frame saja. Saat tanganmu yang kecoklatan itu begitu mesra menyambutku. Fokus rekaman itu bergoyang sedikit. Iya, aku sedikit tertatih. Dan kualihkan ke atas, tepat diwajahmu aku mendapati senyumanmu. Dengan deretan gigi rata yang tangguh, dan bibir yang menghitam kering itu. Tapi begitu memancar, merekah bibirmu itu tanpa kata. Kudaratkan segera keningku diwajahmu, namun hanya mencapai janggutmu yang kasar ditumbuhi rambut. Tanganku menggeanggam lehermu yang masih licin karena keringat yang baru kau usap. Kemudian pipiku yang lembut bergoyang kenyal saat menyambut tulang pipimu yang keras. Aku tertawa, karena aku begitu mengenali tekstur pelipismu yang halus. Satu-satunya yang paling halus ketika kus...