Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

HAMPARAN ARANG

            Mataku terbuka perlahan, dalam beberapa kedipan. Kemudian aku menegakan posisi dudukku. aku memandang sisi kanan dan sisi kiri. mencoba mencari hal yang menarik untuk kusimak ditengah bus yang bergoncang karena jalanan yang berkelok. pagi ini, menjadi pagi pertamaku di pulau yang berjuluk andaman, pulau sumatera. setelah malam tadi hanya menyaksikan siluet-siluet tumbuhan kelapa sawit dari kaca jendela yang berbalut kabut putih. Kini hamparan hijau terlihat jelas.             Duduk di sisi kanan bus, sinar matahari langsung menghatamku setelah menembus kaca jendela. Menyusup tegas diantara celah-celah pepohonan diluar sana. menembus kaki-kaki kuat milik pekerja karet itu. langkahnya bergerak cepat naik ke truk besar didepannya. memakai kemeja, penutup kepala, dan sepatu boots. atau entah apa lagi. karena aku hanya secepat kilat melintasi roombongan pekerja kare...

MENDEKAT

Aku dibunuh kekejianku sendiri dalam beberapa waktu, Saat detik waktu mulai membantai membantai nuraniku Seraya menatap luka-luka penuh pilu dengan senyum Teriris kabut kerinduan dalam jiwa yang menjauh Aku menunggumu seperti badai dalam hari yang tak kunjung hujan Aku merindukanmu dalam sebuah gutasi embun yang sederhana Aku mempermalukan diri karena luka yang sembuh hanya karena senyummu. Kemarilah cinta, aku bersama air matamu. Akupun ber- iringan menuju tawamu. Sekali lagi, Izinkan aku berada di tempat dijauhnya engkau pergi . . .

KENANGAN BIBIR KERINGMU

 “Rasa kehilangan pasti akan ada, jika kau pernah merasa memilikinya . . .” -Letto Mendengung dan seolah tak mati, syair terpahat perlahan dalam hatiku. Seraya terlintas bayanganmu, aku berusaha mengingat satu-persatu. Tak butuh waktu lama memang, tapi hanya terlintas beberapa frame saja. Saat tanganmu yang kecoklatan itu begitu mesra menyambutku. Fokus rekaman itu bergoyang sedikit. Iya, aku sedikit tertatih. Dan kualihkan ke atas, tepat diwajahmu aku mendapati senyumanmu. Dengan deretan gigi rata yang tangguh, dan bibir yang menghitam kering itu. Tapi begitu memancar, merekah bibirmu itu tanpa kata. Kudaratkan segera keningku diwajahmu, namun hanya mencapai janggutmu yang kasar ditumbuhi rambut. Tanganku menggeanggam lehermu yang masih licin karena keringat yang baru kau usap. Kemudian pipiku yang lembut bergoyang kenyal saat menyambut tulang pipimu yang keras. Aku tertawa, karena aku begitu mengenali tekstur pelipismu yang halus. Satu-satunya yang paling halus ketika kus...

BAIT DO'A KECIL UNTUKMU

Aku mengisi dirimu dalam setiap sanubariku, Yang kukenal darimu adalah sebuah kebaikan Hal yang istimewa kau selalu melampaui Bagiku kau sungguh teristimewa Aku terlahir dari belantara hatimu, Namun aku hidup dari sisi jiwamu yang lembut Menghirup nafas kehidupan lewat cintamu Mengenal desiran takdir lewat bait katamu Tak ada kesempurnaan kasih sayang manusia selain  milikmu Pun-tanpa kau sadari aku bagian hidupmu Langkahku adalah kesabaranmu Keringatku adalah wakil dari mimpimu Maaf jika aku tak lagi berceloteh manja denganmu Maafkanlah karena aku tak pernah meminta maaf padamu secara sempurna, Dalam bait nafasku kau selalu punya nada terindah untuk kukenang Dalam syair cinta, kau tiada tara tulusnya bagiku Ibu, untuk saat ini aku hanya bisa membalasmu dengan kutipan doa dari para hamba yang shaleh “sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangi diriku diwaktu kecil”