Harapan telah sirna. Doa-doa saya rapalkan. Tetapi tetap saja jasad bernyawa ini tidak mau bergerak. Seperti tidak ada jiwa di sana. Kata karsa, makanlah. Aku makan lahap sekali, sampai tidak menyadari bahwa aku butuh diriku sendiri.
Aku ingin menyerah saja. Aku lelah sekali. Bukan karena orang-orang bertingkah semau mereka. Tetapi aku lelah dengan diriku sendiri. Aku ternyata menyakiti hati banyak orang. Sekuat apapun apapun aku aku hanya ingin tumbang.
Aku ingin percaya dengan diriku sendiri. Tetapi tidak, aku sebenarnya hanya membiarkan diriku dipenuhi belukar. Jiwa ini yang selalu terabaikan, maafkan aku. Lewat angin Tuhan membawakan sebuah pesan. Aku membiarkannya lewat dihadapan kedua pelupuk mataku. Kemudian, pilu merajai dadaku.
Komentar
Posting Komentar