Langsung ke konten utama

kumpulkan sampah, :)

tadi pagi nonton kartun shinchan, temanya tentang sosialisasi pemisahan yang baru. ceritanya, pemerintah kota mengeluarkan peraturan pemisahan sampah yang baru. yaitu dengan membagi 7 sampai 8 kriteria sampah. seperti sampah plastik kertas daur ulang, sampah kertas daur ulang, sampai sampah yang tidak bisa di bakar dan lain-lain. keluarga nohara juga berlatih membiasakan diri membuang sampah pada tempat sampah yang telah dibedakan sesuai dengan kriteria pemisahan sampah tersebut. 
singkat cerita, setelah keluarga nohara berlatih memilah sampah tiba saatnya hari pengumpulan sampah. hari pengumpulan sampah juga terjadwal sesuai dengan kriteria pemisahan sampah yang baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota. namun, ternyata setelah sudah disetorkan ke tempat pengumpulan sampah. sampah milik keluarga nohara dikembalikan kembali dengan keterangan : 'pemisahan sampah masih tercampur(belum sesuai kriteria)'. hehe, memang lucu juga melihat tingkah keluarga nohara yang berupaya mencari sebab kenapa sampah mereka belum bisa terpisah sesuai dengan aturan pemisahan sampah yang baru. dan meskipun, akhirya diakhir cerita pemerintah kota kembali kekebijakan awal pemisahan sampah (setahu saya ada 3 kriteria, kira-kira begitu). 
sisi kocak memang lebih dominan disuguhkan dalam tontonan ini. akan tetapi hal yang menarik bagi saya untuk mengamati serta memahami lebih jauh adalah : teknik pemisahan sampah tersebut. kita tahu negeri shinchan (jepang) adalah negara yang mengatur ketat tentang teknik pembuangan sampah dan pengolahannya. yang lebih membuat saya tertarik lagi adalah, warga mereka berusaha keras untuk mewujudkan itu. keluarga Nohara merasa kesulitan membiasakan diri untuk kebijakan kota yang baru, tapi mereka sekeluarga saling bahu membahu serta saling mengingatkan untuk membisakan hal itu. mereka tidak memprotes, dan malah ikut andil untuk mewujudkan kebijakan yang menurut pemrintah akan lebih efisien untuk pengolahan sampahnya. 
nah, disini jadi saya ingin meniru kebiasaaan keluarga nohara tersebut yang peduli dengan sampah mereka. mungkin akan sulit bagi saya karena kebijakan pemerintah belum sepenuhnya mengakomodir masalah tersebut. namun. sejauh ini saya hanya bisa berusaha mengumpulkan sampah plastik yang bisa diterima oleh para pengepul pabrik daur ulang sampah. misalkan botol plastik dan kertas kardus. dengan mengumpulkan sampah tersebut, lalu dalam beberapa waktu saya 'jual' kepada para eceran. yang nantinya akan di'jual' kembali ke pabrik pengolahan sampah. 
memang tidak banyak yang dilakukan, tapi membuat satu langkah untuk menjaga lingkungan agar tetap seimbang tidaklah buruk. jadi, melalui tulisan ini saya mengajak teman-teman semua untuk : ayo kumpulkan sampah botol plastik untuk didaur ulang. #semangat untuk indonesia. 

Cirebon, 23 juni 2013
Marleni 
dipos juga disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendung Sabtu Sore

Angin bertiup kencang lembab dan terasa dingin. Sekumpulan langit abu-abu berarak dari utara. Membuka kenangan akan kesedihanku. Saat air mata seketika mengalir ketika kuingat tak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada mimpi, tidak ada cinta, dan bayangan indah dalam pikiranku telah sotna. Gelap pekat tak berdasar. Apakah demikian adalah masa depanku, hidup yang harus kutempuh.  Dengan berbagai macam cara aku membangun kesadaranku. Agar ia membangkitkan diriku dari kubangan hitam yang menjerat. Agar mampu berpikir jernih, lalu menerima diriku sebagai manusia. Sambil tetap berpikir, jahat sekali orang-orang memperlakukanku demikian. Kenapa aku harus menerima ini semua?  Dadaku sesak saat menyadari bahwa begitu banyak waktu yang kuhabiskan dengan membenci. Bersamaan melelehnya sebongkah sesak di dadaku, seiring pertanyaan yang muncul dalam kepalaku: Apakah aku tidak layak untuk dicintai?.  Orang-orang bilang bahwa aku terlalu keras hati. Kupikir mereka benar, sebab sedari dulu,...

Ulasan Serial Drama Korea 'When the Weather is Fine' 2020

Saya teringat ungkapan salah satu sastrawan Indonesia, Tontonan kita (Indonesia) sangat jauh dari sastra. Dialog yang diungkapkan kosong, tidak punya makna yang mendalam. Saya tidak tahu sebenarnya apa yang ingin disampaikan sebuah tontongan. Hal ini menjadi penyebab baik film maupun sinetron tidak menjadi sebuah hasil karya seni yang sarat makna. Hanya sekedar tontongan yag tidak ada gunanya.  Berbading terbalik dengan industri perfileman Korea Selatan, baik Serial Drama televisi maupun filmnya menjadi hasil karya yang patut diperhitungkan dan menjadi magnet belakangan ini. Bahkan menjadi pengarusutamaan budaya tersendiri di berbagai negara. Salah satunya di indonesia. Selain industri yang dikelola dengan baik sekaligus diksi dalam dialognya membawa pesan yang mendalam dalam kehidupan.  Seperti yang bisa saya dapat dari drama when the weather is fine. Sebuah drama televisi hasil adaptasi novel berjudul sama yang terbit tahun 2018. Mengisahkan hubungan romansa anta...

Dear, Marleni

Hai Marleni, kamu sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berjuang sampai sejauh ini. Melakukan perubahan-perubahan dalam hidupmu. Menghadapi tantangan-tantangan hidup dengan tetap bersandar pada nilai dan prinsip hidup yang kau yakini. Terima kasih sudah berbuat baik dan memupuk dadamu dengan cinta kasih. Terima kasih mau bangkit lagi meskipun sudah jatuh berkali-kali.  Terima kasih tetap bertahan meskipun kamu sendirian. Terima kasih tetap percaya kepada orang-orang di sekelilingmu meskipun berkali-kali mendapati penghianatan. Tidak apa jika pernah kecewa atau menangis sekencang-kencangnya dalam diam dan kesepian. Kamu yakin bukan bahwa Tuhan menyayangimu?. Ia  maha segalanya, memberimu banyak kekuatan dan kasih sayang sehingga membuatmu bisa menerima dan memaafkan dan mengasihi setiap makhluk yang kau temui.  Penolakan dari orang lain tidak sepenuhnya karena kamu penyebabnya. Bisa jadi mereka hanya lelah dan sedih atas kehidupan yang mereka jalani. Selalu inga...