Catatan ini bukan akhir cerita. Suara air mendidih memecah keheningan dini hari ini. Aku mengalihkan pandanganku sesaat. Lamunanku buyar oleh suara gemelatak uap air yang mengentuk tutup panci. Aku enggan beranjak. Kepalaku terasa berat. Entah apa penyebabnya, hanya kuingat ini dimulai saat aku meminum es kopi susu sore tadi. Selepas mengepel lantai, rasa lelah dan keringat bercucuran. Langsung kupesan es kopi susu sesaat setelah kujemur kain pel. Lalu, anak pemilik warung tetanggaku mengantarkannya dengan suka cita. Catet ya, tukasku seraya menyampaikan terima kasih. Dalam dua kali sedot aku merasa puas karena keinginanku terpenuhi, namun rasa haus kian bertambah. Akhirnya aku bangkit untuk memeriksa kudapan sederhana yang nekat kubuat malam ini: kerupuk basah. Dengan tambahan bumbu kaldu instan dan telur, setidaknya cukup untuk menghilangkan rasa laparku. Dan perutku semakin terasa keroncongan. Kusiapkan mangkuk bersih dan sendok. Kutuangkan kerupuk basah dari panci. Se...