Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Lepaskan dalam "Canvas"

  Siang tadi menonton film pendek berjudul Canvas  Canvas on Netflix . Dalam sembilan menit dikisahkan seorang kakek yang kehilangan semangat menulis karena kehilangan istri serta berada di kursi roda. Ia memiliki seorang cucu perempuan yang dititipkan setiap hari oleh anak perempuannya.cucu perempuannya ini punya kebiasaan menggambar juga di atas kertas. Cucu perempuan yang anak-anak itu sempat penasaran dengan sebuah ruangan. Ruangan gelap berisi pakaian yang juga sempat membuat sang kakek berhenti saat melewatinya.  Suati ketika, pensil cucu perempuan jatuh mrnggelinding menuju ruangan itu. Tidak disangka, besar keingintahuannya sang cucu perempuan melangkah menyibak sesuatu dibalik bakaian yang bergantung, sebuah pintu. Ia mengintip dari bawah daun pintu, lalu perlaham ia membukany. Ternyata itu adalah ruang lukis milik kakekknya. Ada sebuah lukisan yang belum selesai membuatnya tertarik. Namun, suara kursi roda sang kakek mendekat. Ia sudah ada di dekatnya. Dengan pa...

Hujan Hari Ini

Belakangan langit seringkali berwarna abu-abu. Aku pikir ini serupa pikiranku, terasa sendu. Entah, sebab apa yang membuatku merasa demikian. Mungkin karena aku sadar benar bahwa, pikiranku adalah ketidaksadaran. 

Cakrawala

Berharap orang lain akan bersikap seperti yang kita harapkan adalah sesuatu yang sulit dijangkau, barangkali absurd. Sebab kehendak kita saja itu bukan milik kita. Bahkan sikap kita seringkali diluar kesadaran kita. Lalu, kehendak dan kesadaran atas diri kita masih tumpang tindih. Lusuh dan rumit.  Saya heran dengan 'jiwa seorang ibu'. Mengapa mereka bersikap tidak rasional. Seolah-olah yakin benar bahwa menjadi ibu otomatis menjadi manusia baik. Dan hal tersebut adalah mutlak tidak akan digoyahkan oleh hal apapun. Sehingga, jauh di lubuk hatiku ada ketakutan menjadi ibu. Apakah aku akan menjadi egois dan kolot. Saya khawatir bahwa hal itu akan menyeeupa dalam sikap saya setelah saya menjadi ibu.  Saat ini saja, menjadi guru seolah menjadi sangat prinsipil dan ideal. Lelah sekali. Padahal saya tidak demikian. Banyak kekurangan dalam diri kita, di sisi lain saya bersyukur atas anugerah yang ada pada diri saya. Namun, ternyata seringkali saya keras ahati dan tidak ma...