Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

HARMONI

Duh, Gusti . . . Bukalah setiap mata untuk melihat kedalam hati menuntun kepada tanda-tanta yang telah engkau guratkan Pada batas-batas diantara warna pelangi yang Engkau kaburkan Pada jejeran rerumputan yang sibuk tumbuh masing-masing, tanpa tercabut dan tertanam, tidak terpisah petak dan lubang galian Pada kesegaran air yang engkau titipkan, bersama udara dalam embun yang begitu mesra dan penuh rindu. Pada senyum lugu nan jenaka yang dilukiskan kanvas senja, tanpa dipisahkan oleh waktu dan gerak kerutan tipis rasa manusia. Maka jadikanlah kami, dalam alaminya keselarasan yang Engkau ciptakan Cirebon, 9 februari 2014 MarLeni

NADA KENANGAN HUJAN

Aku tidak mampu merasakan apa-apa lagi. Benar, biar saja segala adegan dalam pandanganku terus menerus bergulir. Aku- jiwaku lebih menyukai scene yang tengah aku lewati, satu scene saja tidak usah berubah. Dalam adegannya aku hanya perlu diam, hanya ingin diam. Lalu angin dan hujan menari lebih deras dalam pandaganku, dan kubiarkan saja. Tik, tik, tik . . .sore itu gerimis lihai mengajakku memburu kenangan. Tapi aku enggan menurutinya, kubiarkan langkahku tak bergerak. Hanya dalam diamku, hanya dalam inginku. Do, do, do, so .  .  . tiba-tiba suara rintik mlemparkan nada yang berbeda. aku menoleh sejenak, mengikuti nada langkahnya. Ada apa ini? bukankan nada-mu adalah tik, tik, tik ? lalu kenapa sekarang do, do, do, so? Eh tidak kali ini do, so, fa, mi, do. Aku menggelengkan kepalaku berusaha mengusir hayalan ini. ternyata tidak berhasil, yang benar saja. Sejak kapan gerimis lebih lihai dari pianis, berani memainkan ketepatan nadanya. Aku melongok keluar jendela, menyeb...