Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sebuah CerPen

NADA KENANGAN HUJAN

Aku tidak mampu merasakan apa-apa lagi. Benar, biar saja segala adegan dalam pandanganku terus menerus bergulir. Aku- jiwaku lebih menyukai scene yang tengah aku lewati, satu scene saja tidak usah berubah. Dalam adegannya aku hanya perlu diam, hanya ingin diam. Lalu angin dan hujan menari lebih deras dalam pandaganku, dan kubiarkan saja. Tik, tik, tik . . .sore itu gerimis lihai mengajakku memburu kenangan. Tapi aku enggan menurutinya, kubiarkan langkahku tak bergerak. Hanya dalam diamku, hanya dalam inginku. Do, do, do, so .  .  . tiba-tiba suara rintik mlemparkan nada yang berbeda. aku menoleh sejenak, mengikuti nada langkahnya. Ada apa ini? bukankan nada-mu adalah tik, tik, tik ? lalu kenapa sekarang do, do, do, so? Eh tidak kali ini do, so, fa, mi, do. Aku menggelengkan kepalaku berusaha mengusir hayalan ini. ternyata tidak berhasil, yang benar saja. Sejak kapan gerimis lebih lihai dari pianis, berani memainkan ketepatan nadanya. Aku melongok keluar jendela, menyeb...

KENANGAN BIBIR KERINGMU

 “Rasa kehilangan pasti akan ada, jika kau pernah merasa memilikinya . . .” -Letto Mendengung dan seolah tak mati, syair terpahat perlahan dalam hatiku. Seraya terlintas bayanganmu, aku berusaha mengingat satu-persatu. Tak butuh waktu lama memang, tapi hanya terlintas beberapa frame saja. Saat tanganmu yang kecoklatan itu begitu mesra menyambutku. Fokus rekaman itu bergoyang sedikit. Iya, aku sedikit tertatih. Dan kualihkan ke atas, tepat diwajahmu aku mendapati senyumanmu. Dengan deretan gigi rata yang tangguh, dan bibir yang menghitam kering itu. Tapi begitu memancar, merekah bibirmu itu tanpa kata. Kudaratkan segera keningku diwajahmu, namun hanya mencapai janggutmu yang kasar ditumbuhi rambut. Tanganku menggeanggam lehermu yang masih licin karena keringat yang baru kau usap. Kemudian pipiku yang lembut bergoyang kenyal saat menyambut tulang pipimu yang keras. Aku tertawa, karena aku begitu mengenali tekstur pelipismu yang halus. Satu-satunya yang paling halus ketika kus...