Aku tahu bahwa saat waktu bergulir, sel-sel tubuh kita menghabiskan akan luruh berganti baru. Detik demi detik melangkah, denyut nadi tidak berhenti. Deru nafas kita pertanda kehidupan berjalan, masa akan berganti. Lalu entah kenapa hanya ingatanku, jiwaku yang terpenjara masa lalu. Jiwa-jiwa berisi luka nanah dan air mata. Kehilangan kepercayaan, ditinggalkan, diabaikan dan tidak dianggap ada. Aku tidak mampu menangkap ekspresi apapun selain termanggu pada luka dan dendam yangbtelah berlalu. Sadar benar kusaksikan seenyumanmu hari ini. Merekah tanpa membawa beban luka yang telah kamu tinggalkan lewat perpisahan tanpa kata-kata. Saat ini bahkan kulihat kamu begitu mesra dengan kopi pagi untuk menyambut harimu hingga senja menjelang. Sementara, aku tidak mampu membedakan gurat jinggaa merah atau fajar menjelma. Sebab, bagiku langit tampak biasa saja. Selamat datang untukmu hari ini. Sampai bertemu di masa lalu. Semoga di masa depan kita tidak pernah bertemu....