Saya teringat kalimat Kang Sobih. Cara berfikir seorang Gusdurian itu kritis, adil dan tidak kolot. Aku sepakat soal itu. Sementara orang-orang yang berada pada gerakan sosial menempatkan masyarakat sebagai objek. Mereka datang dengan gagah bersama gagasan dan ide-ide cemerlang. Melakukan sesuatu untuk perubahan masyarakat. Hal ini benar-benar meresahkan pikiran saya. Entah apa yang keliru di sini. Sampai akhirnya saya menyadari akan satu hal.
Perubahan itu datangnya dari dalam, kata Mas Jay. Telur jika energinya pecah dari luar maka hanya akan menjadi telur yang busuk, paling banter adalah jadi telor ceplok atau telur dadar. Sementara jika energi perubahan itu datangnya dari dalam. Maka, kehidupan (baru) yang akan hadir.
Spirit perubahan itu harus selalu datang dari dalam. Begitupula dengan perubahan di masyarakat. Upayakan energi-energi perubahan itu bersumber dari potensi masyarakat itu sendiri. Hal-hal dari luar apapun itu bentuknya termasuk ilmu pengetahuan hanya sebagai pemantik agar energi perubahannya besar dan semakin cepat menyebar.
Kunci dari perubahan itu adalah kesadaran akan adanya atau keniscayaan terhadap perubahan. Sama halnya dengan perubahan pada diri sendiri. Tidak ada energi yang menghidupkan, selain perubahan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat itu sendiri.
Bagaimana cara untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, kesadaran kolektif. Salah satunya adalah dengan membangun kesadaran diri kita akan sebuah perubahan yang lebih baik. Selanjutnya, jika perubahan itu terus-menerus dilakukan maka akan berdampak dan berpengaruh terhadap kesadaran kolektif. Selanjutnya, kesadaran-kesadaran baru akan hadir. Sehingga sebuah kesadaran menjadi arus utama.
Bisa saja, persoalan akan terjawab dengan: Apa langkah praktis yang harus kita lakukan?. Bisa saja, tetapi nyala itu hanya saat itu saja. Menyala, lalu saat bahan bakarnya habis. Kegelapan akan datang kembali. Membangun kesadaran masyarakat, memantik potensi perubahan pada masyarakat itu adalah kunci untuk perubahan sosial yang berkelanjutnya dan mengakar.
Komentar
Posting Komentar