Langsung ke konten utama

Refleksi Kefasilitator Jaringan GUSDURian

Sejak tahun 2015 entah sudah berapa kali saya mengikuti pelatihan fasilitator Jaringan GUSDURian, saya luput menghitungya. Hal yang pasti banyak perubahan yang saya alami selang beberapa tahun. Terutama pelatihan fasilitator yang saya ikuti  terakhir kali, pada April 2022. 



Selain bertemu banyak teman dan memiliki tempat belajar untuk tumbuh dan berkembang menjadi seorang penggerak sosial. Saya juga mendapatkan banyak didorong untuk memaksimalkan potensi yang saya miliki, salah satunya adalah menjadi fasilitator. 

Selaras dengan profesi saya sebagai seorang pendidik. Proses yang saya alami menjadi seorang fasilitator juga menunjang proses bertumbuh dan berkembang sebagai seorang pendidik. Saya belajar menggali ide-ide, memegembangkan perasaan positif, dan melatih potensi-potensi diri yang (ternyata) saya miliki. Terkait kefasilitatoraan dan menjadi pendidik. 

Sampai akhirnya pada malam ini saya bisa berbincang dan menajamkan pemahaman terkait Design Thinking bersama Mba Hikma. Jika tidak dibatasi waktu, mungkin kami akan menghabiskan waktu sampai hari berganti. Berbahagia, apalagi teringat ikrar santri yang pernah saya ucapkan: menuntut ilmu tiada jenuh. Tabik. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendung Sabtu Sore

Angin bertiup kencang lembab dan terasa dingin. Sekumpulan langit abu-abu berarak dari utara. Membuka kenangan akan kesedihanku. Saat air mata seketika mengalir ketika kuingat tak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada mimpi, tidak ada cinta, dan bayangan indah dalam pikiranku telah sotna. Gelap pekat tak berdasar. Apakah demikian adalah masa depanku, hidup yang harus kutempuh.  Dengan berbagai macam cara aku membangun kesadaranku. Agar ia membangkitkan diriku dari kubangan hitam yang menjerat. Agar mampu berpikir jernih, lalu menerima diriku sebagai manusia. Sambil tetap berpikir, jahat sekali orang-orang memperlakukanku demikian. Kenapa aku harus menerima ini semua?  Dadaku sesak saat menyadari bahwa begitu banyak waktu yang kuhabiskan dengan membenci. Bersamaan melelehnya sebongkah sesak di dadaku, seiring pertanyaan yang muncul dalam kepalaku: Apakah aku tidak layak untuk dicintai?.  Orang-orang bilang bahwa aku terlalu keras hati. Kupikir mereka benar, sebab sedari dulu,...

Ulasan Serial Drama Korea 'When the Weather is Fine' 2020

Saya teringat ungkapan salah satu sastrawan Indonesia, Tontonan kita (Indonesia) sangat jauh dari sastra. Dialog yang diungkapkan kosong, tidak punya makna yang mendalam. Saya tidak tahu sebenarnya apa yang ingin disampaikan sebuah tontongan. Hal ini menjadi penyebab baik film maupun sinetron tidak menjadi sebuah hasil karya seni yang sarat makna. Hanya sekedar tontongan yag tidak ada gunanya.  Berbading terbalik dengan industri perfileman Korea Selatan, baik Serial Drama televisi maupun filmnya menjadi hasil karya yang patut diperhitungkan dan menjadi magnet belakangan ini. Bahkan menjadi pengarusutamaan budaya tersendiri di berbagai negara. Salah satunya di indonesia. Selain industri yang dikelola dengan baik sekaligus diksi dalam dialognya membawa pesan yang mendalam dalam kehidupan.  Seperti yang bisa saya dapat dari drama when the weather is fine. Sebuah drama televisi hasil adaptasi novel berjudul sama yang terbit tahun 2018. Mengisahkan hubungan romansa anta...

Dear, Marleni

Hai Marleni, kamu sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berjuang sampai sejauh ini. Melakukan perubahan-perubahan dalam hidupmu. Menghadapi tantangan-tantangan hidup dengan tetap bersandar pada nilai dan prinsip hidup yang kau yakini. Terima kasih sudah berbuat baik dan memupuk dadamu dengan cinta kasih. Terima kasih mau bangkit lagi meskipun sudah jatuh berkali-kali.  Terima kasih tetap bertahan meskipun kamu sendirian. Terima kasih tetap percaya kepada orang-orang di sekelilingmu meskipun berkali-kali mendapati penghianatan. Tidak apa jika pernah kecewa atau menangis sekencang-kencangnya dalam diam dan kesepian. Kamu yakin bukan bahwa Tuhan menyayangimu?. Ia  maha segalanya, memberimu banyak kekuatan dan kasih sayang sehingga membuatmu bisa menerima dan memaafkan dan mengasihi setiap makhluk yang kau temui.  Penolakan dari orang lain tidak sepenuhnya karena kamu penyebabnya. Bisa jadi mereka hanya lelah dan sedih atas kehidupan yang mereka jalani. Selalu inga...