Langsung ke konten utama

Lepaskan dalam "Canvas"

 
Siang tadi menonton film pendek berjudul Canvas Canvas on Netflix. Dalam sembilan menit dikisahkan seorang kakek yang kehilangan semangat menulis karena kehilangan istri serta berada di kursi roda. Ia memiliki seorang cucu perempuan yang dititipkan setiap hari oleh anak perempuannya.cucu perempuannya ini punya kebiasaan menggambar juga di atas kertas. Cucu perempuan yang anak-anak itu sempat penasaran dengan sebuah ruangan. Ruangan gelap berisi pakaian yang juga sempat membuat sang kakek berhenti saat melewatinya. 

Suati ketika, pensil cucu perempuan jatuh mrnggelinding menuju ruangan itu. Tidak disangka, besar keingintahuannya sang cucu perempuan melangkah menyibak sesuatu dibalik bakaian yang bergantung, sebuah pintu. Ia mengintip dari bawah daun pintu, lalu perlaham ia membukany. Ternyata itu adalah ruang lukis milik kakekknya. Ada sebuah lukisan yang belum selesai membuatnya tertarik. Namun, suara kursi roda sang kakek mendekat. Ia sudah ada di dekatnya. Dengan pandangan marah, sang kakek melihat ke arah cucu perempuannya. Di saat yang sama anaknperemouannya muncul. Namun, emosinya teralihkan saat pandangannya menemui lukisannya sendiri. 

Seketika, sorot matanya berubah sendu. Kesedihan langsung muncul, begitu juga dengan ingatan-ingatan buruk di masa lalu yang membuatnya tidak mampu melukis lagi. Secara perlahan, tangannya menyentuh lukisan namun urung. Keraguannya membuat tangan cucu perempuannya tergerak. Dengan senyuman ia menyentuh tangan kakekknya. Lalu dengan kuas, perlahan, seiring dengan kesedihan yang meluruh di dadanya. 



Kita butuh melepaskan sesuatu yang mengganjal dalam dada kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendung Sabtu Sore

Angin bertiup kencang lembab dan terasa dingin. Sekumpulan langit abu-abu berarak dari utara. Membuka kenangan akan kesedihanku. Saat air mata seketika mengalir ketika kuingat tak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada mimpi, tidak ada cinta, dan bayangan indah dalam pikiranku telah sotna. Gelap pekat tak berdasar. Apakah demikian adalah masa depanku, hidup yang harus kutempuh.  Dengan berbagai macam cara aku membangun kesadaranku. Agar ia membangkitkan diriku dari kubangan hitam yang menjerat. Agar mampu berpikir jernih, lalu menerima diriku sebagai manusia. Sambil tetap berpikir, jahat sekali orang-orang memperlakukanku demikian. Kenapa aku harus menerima ini semua?  Dadaku sesak saat menyadari bahwa begitu banyak waktu yang kuhabiskan dengan membenci. Bersamaan melelehnya sebongkah sesak di dadaku, seiring pertanyaan yang muncul dalam kepalaku: Apakah aku tidak layak untuk dicintai?.  Orang-orang bilang bahwa aku terlalu keras hati. Kupikir mereka benar, sebab sedari dulu,...

Ulasan Serial Drama Korea 'When the Weather is Fine' 2020

Saya teringat ungkapan salah satu sastrawan Indonesia, Tontonan kita (Indonesia) sangat jauh dari sastra. Dialog yang diungkapkan kosong, tidak punya makna yang mendalam. Saya tidak tahu sebenarnya apa yang ingin disampaikan sebuah tontongan. Hal ini menjadi penyebab baik film maupun sinetron tidak menjadi sebuah hasil karya seni yang sarat makna. Hanya sekedar tontongan yag tidak ada gunanya.  Berbading terbalik dengan industri perfileman Korea Selatan, baik Serial Drama televisi maupun filmnya menjadi hasil karya yang patut diperhitungkan dan menjadi magnet belakangan ini. Bahkan menjadi pengarusutamaan budaya tersendiri di berbagai negara. Salah satunya di indonesia. Selain industri yang dikelola dengan baik sekaligus diksi dalam dialognya membawa pesan yang mendalam dalam kehidupan.  Seperti yang bisa saya dapat dari drama when the weather is fine. Sebuah drama televisi hasil adaptasi novel berjudul sama yang terbit tahun 2018. Mengisahkan hubungan romansa anta...

Dear, Marleni

Hai Marleni, kamu sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berjuang sampai sejauh ini. Melakukan perubahan-perubahan dalam hidupmu. Menghadapi tantangan-tantangan hidup dengan tetap bersandar pada nilai dan prinsip hidup yang kau yakini. Terima kasih sudah berbuat baik dan memupuk dadamu dengan cinta kasih. Terima kasih mau bangkit lagi meskipun sudah jatuh berkali-kali.  Terima kasih tetap bertahan meskipun kamu sendirian. Terima kasih tetap percaya kepada orang-orang di sekelilingmu meskipun berkali-kali mendapati penghianatan. Tidak apa jika pernah kecewa atau menangis sekencang-kencangnya dalam diam dan kesepian. Kamu yakin bukan bahwa Tuhan menyayangimu?. Ia  maha segalanya, memberimu banyak kekuatan dan kasih sayang sehingga membuatmu bisa menerima dan memaafkan dan mengasihi setiap makhluk yang kau temui.  Penolakan dari orang lain tidak sepenuhnya karena kamu penyebabnya. Bisa jadi mereka hanya lelah dan sedih atas kehidupan yang mereka jalani. Selalu inga...