Langsung ke konten utama

Cakrawala


Berharap orang lain akan bersikap seperti yang kita harapkan adalah sesuatu yang sulit dijangkau, barangkali absurd. Sebab kehendak kita saja itu bukan milik kita. Bahkan sikap kita seringkali diluar kesadaran kita. Lalu, kehendak dan kesadaran atas diri kita masih tumpang tindih. Lusuh dan rumit. 

Saya heran dengan 'jiwa seorang ibu'. Mengapa mereka bersikap tidak rasional. Seolah-olah yakin benar bahwa menjadi ibu otomatis menjadi manusia baik. Dan hal tersebut adalah mutlak tidak akan digoyahkan oleh hal apapun. Sehingga, jauh di lubuk hatiku ada ketakutan menjadi ibu. Apakah aku akan menjadi egois dan kolot. Saya khawatir bahwa hal itu akan menyeeupa dalam sikap saya setelah saya menjadi ibu. 

Saat ini saja, menjadi guru seolah menjadi sangat prinsipil dan ideal. Lelah sekali. Padahal saya tidak demikian. Banyak kekurangan dalam diri kita, di sisi lain saya bersyukur atas anugerah yang ada pada diri saya. Namun, ternyata seringkali saya keras ahati dan tidak mau kompromi terhadapa orang lain terutama murid-murid saya. 

Langit abu-abu ini menjadi saksi bahwa saya begitu sedih melihat wajah diri saya sendiri. Saya tidak benar-benar bangga dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk menjalani ini semua. Rasanya begitu rumit sekaligus menyedihkan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendung Sabtu Sore

Angin bertiup kencang lembab dan terasa dingin. Sekumpulan langit abu-abu berarak dari utara. Membuka kenangan akan kesedihanku. Saat air mata seketika mengalir ketika kuingat tak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada mimpi, tidak ada cinta, dan bayangan indah dalam pikiranku telah sotna. Gelap pekat tak berdasar. Apakah demikian adalah masa depanku, hidup yang harus kutempuh.  Dengan berbagai macam cara aku membangun kesadaranku. Agar ia membangkitkan diriku dari kubangan hitam yang menjerat. Agar mampu berpikir jernih, lalu menerima diriku sebagai manusia. Sambil tetap berpikir, jahat sekali orang-orang memperlakukanku demikian. Kenapa aku harus menerima ini semua?  Dadaku sesak saat menyadari bahwa begitu banyak waktu yang kuhabiskan dengan membenci. Bersamaan melelehnya sebongkah sesak di dadaku, seiring pertanyaan yang muncul dalam kepalaku: Apakah aku tidak layak untuk dicintai?.  Orang-orang bilang bahwa aku terlalu keras hati. Kupikir mereka benar, sebab sedari dulu,...

Ulasan Serial Drama Korea 'When the Weather is Fine' 2020

Saya teringat ungkapan salah satu sastrawan Indonesia, Tontonan kita (Indonesia) sangat jauh dari sastra. Dialog yang diungkapkan kosong, tidak punya makna yang mendalam. Saya tidak tahu sebenarnya apa yang ingin disampaikan sebuah tontongan. Hal ini menjadi penyebab baik film maupun sinetron tidak menjadi sebuah hasil karya seni yang sarat makna. Hanya sekedar tontongan yag tidak ada gunanya.  Berbading terbalik dengan industri perfileman Korea Selatan, baik Serial Drama televisi maupun filmnya menjadi hasil karya yang patut diperhitungkan dan menjadi magnet belakangan ini. Bahkan menjadi pengarusutamaan budaya tersendiri di berbagai negara. Salah satunya di indonesia. Selain industri yang dikelola dengan baik sekaligus diksi dalam dialognya membawa pesan yang mendalam dalam kehidupan.  Seperti yang bisa saya dapat dari drama when the weather is fine. Sebuah drama televisi hasil adaptasi novel berjudul sama yang terbit tahun 2018. Mengisahkan hubungan romansa anta...

Dear, Marleni

Hai Marleni, kamu sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berjuang sampai sejauh ini. Melakukan perubahan-perubahan dalam hidupmu. Menghadapi tantangan-tantangan hidup dengan tetap bersandar pada nilai dan prinsip hidup yang kau yakini. Terima kasih sudah berbuat baik dan memupuk dadamu dengan cinta kasih. Terima kasih mau bangkit lagi meskipun sudah jatuh berkali-kali.  Terima kasih tetap bertahan meskipun kamu sendirian. Terima kasih tetap percaya kepada orang-orang di sekelilingmu meskipun berkali-kali mendapati penghianatan. Tidak apa jika pernah kecewa atau menangis sekencang-kencangnya dalam diam dan kesepian. Kamu yakin bukan bahwa Tuhan menyayangimu?. Ia  maha segalanya, memberimu banyak kekuatan dan kasih sayang sehingga membuatmu bisa menerima dan memaafkan dan mengasihi setiap makhluk yang kau temui.  Penolakan dari orang lain tidak sepenuhnya karena kamu penyebabnya. Bisa jadi mereka hanya lelah dan sedih atas kehidupan yang mereka jalani. Selalu inga...