Berharap orang lain akan bersikap seperti yang kita harapkan adalah sesuatu yang sulit dijangkau, barangkali absurd. Sebab kehendak kita saja itu bukan milik kita. Bahkan sikap kita seringkali diluar kesadaran kita. Lalu, kehendak dan kesadaran atas diri kita masih tumpang tindih. Lusuh dan rumit.
Saya heran dengan 'jiwa seorang ibu'. Mengapa mereka bersikap tidak rasional. Seolah-olah yakin benar bahwa menjadi ibu otomatis menjadi manusia baik. Dan hal tersebut adalah mutlak tidak akan digoyahkan oleh hal apapun. Sehingga, jauh di lubuk hatiku ada ketakutan menjadi ibu. Apakah aku akan menjadi egois dan kolot. Saya khawatir bahwa hal itu akan menyeeupa dalam sikap saya setelah saya menjadi ibu.
Saat ini saja, menjadi guru seolah menjadi sangat prinsipil dan ideal. Lelah sekali. Padahal saya tidak demikian. Banyak kekurangan dalam diri kita, di sisi lain saya bersyukur atas anugerah yang ada pada diri saya. Namun, ternyata seringkali saya keras ahati dan tidak mau kompromi terhadapa orang lain terutama murid-murid saya.
Langit abu-abu ini menjadi saksi bahwa saya begitu sedih melihat wajah diri saya sendiri. Saya tidak benar-benar bangga dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk menjalani ini semua. Rasanya begitu rumit sekaligus menyedihkan.
Komentar
Posting Komentar