Aku terbangun setelah matahari terbit. Hawa dingin kurasakan menggetarkan tubuh. Aku kembali meringkuk, kutarik selimut, kubenamkan tubuhku di bawahnya. Aku merasa tidak ada yang harus disambut. Aku sungguh ingin tidur lebih lama lagi.
Dadaku terasa beku, nyaris tidak kurasakan detak jantungku. 'Yang kau takutkan takkan terjadi', kata Kunto Aji dari lagu yang kudengarkan. Setidaknya kalimat itu sedikit menghiburku. Aku ketakukan dan cemas. Jika semua orang membenciku, apa yang harus kulakukan?. Jika nyaris tidak ada satupun orang tidak percaya padaku, apakah aku bisa bertahan. Aku merasa sudah sangat kesepian dan hampa. Lalu bagaimana jika dunia menghukumku, tidak menerimaku?. Aku hampir tidak punya keberania bahkan hanya untuk beranjak dari tempat tidurku. Tuhan, aku ketakutan. Apakah aku jadi orang yang terbuang, orang yang gagal, dan tidak pernah mendapat cinta.
Jika demikian, ijinkan aku, sungguh tolong aku. Setidaknya beri aku cinta di hatiku, perasaan mencintai yang tulus. Mencintai udara dingin yang menusuk jantungku, mencintai udara di sekelilingku, mencintai detak jantuku dan bersyukur karena aku merasa diberkahi. Ya Allah, tolong aku
Komentar
Posting Komentar