Aku mengisi dirimu dalam setiap sanubariku,
Yang kukenal darimu adalah sebuah kebaikan
Hal yang istimewa kau selalu melampaui
Bagiku kau sungguh teristimewa
Aku terlahir dari belantara hatimu,
Namun aku hidup dari sisi jiwamu yang lembut
Menghirup nafas kehidupan lewat cintamu
Mengenal desiran takdir lewat bait katamu
Tak ada kesempurnaan kasih sayang manusia selain milikmu
Pun-tanpa kau sadari aku bagian hidupmu
Langkahku adalah kesabaranmu
Keringatku adalah wakil dari mimpimu
Maaf jika aku tak lagi berceloteh manja denganmu
Maafkanlah karena aku tak pernah meminta maaf padamu secara sempurna,
Dalam bait nafasku kau selalu punya nada terindah untuk kukenang
Dalam syair cinta, kau tiada tara tulusnya bagiku
Ibu, untuk saat ini aku hanya bisa membalasmu dengan kutipan doa dari para hamba yang shaleh
“sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangi diriku diwaktu kecil”
Komentar
Posting Komentar