aku tidak mampu lagi menjangkau apa-apa dalam ragaku meski menerjang sunyi dalam bait-bait nama sang maha suci kusatukan pada ujung ubun-ubun, pangkal paru-paru, dan ujung jantungku namun terhenti pada lidah yang menggulung, hanya sampai kerongkongan saluran-saluran penghubung diantaranya seperti telah membatu atau barngkali telah berkarat pada jeda detik aku mengucap lagi, setiap waktu yang ada aku memanggil nama itu lagi namun, lagi-lagi hanya sampai kerongkonganku tersekat, terseret dalam rasa paling manusiawiku aku, kembali merindu Cirebon, juni 2013 MarLeni MarLeni