Langsung ke konten utama

Postingan

BAIT DO'A KECIL UNTUKMU

Aku mengisi dirimu dalam setiap sanubariku, Yang kukenal darimu adalah sebuah kebaikan Hal yang istimewa kau selalu melampaui Bagiku kau sungguh teristimewa Aku terlahir dari belantara hatimu, Namun aku hidup dari sisi jiwamu yang lembut Menghirup nafas kehidupan lewat cintamu Mengenal desiran takdir lewat bait katamu Tak ada kesempurnaan kasih sayang manusia selain  milikmu Pun-tanpa kau sadari aku bagian hidupmu Langkahku adalah kesabaranmu Keringatku adalah wakil dari mimpimu Maaf jika aku tak lagi berceloteh manja denganmu Maafkanlah karena aku tak pernah meminta maaf padamu secara sempurna, Dalam bait nafasku kau selalu punya nada terindah untuk kukenang Dalam syair cinta, kau tiada tara tulusnya bagiku Ibu, untuk saat ini aku hanya bisa membalasmu dengan kutipan doa dari para hamba yang shaleh “sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangi diriku diwaktu kecil”

ENGGAN . . .

Mampukah engkau membenamkan langkah-langkah berat yang terseret arus egoku?  Jika kau hanya tersenyum menggigil sambil menggengam cintamu yang lusuh itu, maka segera hentikan. Carilah arus yang lain yang bisa kau bermandikan cahaya disana . . . Karena aku sebuah kesuraman yang panjang, asa di dalamnya telah bekarat dan membeku . . .begitu dalam. Kuijinkan dirimu melangkah keluar, sambil menyeret airmataku yang rela berderai karena jutaan waktu aku merindukanmu. Tapi ini karena aku tak punya tempat yang nyaman untukmu. Karena aku tak punya udara segar yang bisa kau hirup dengan tenang. Tak ada ruang untukmu berteriak dan mengisahkan kisahmu untukku . . . .karena duniaku sudah kubatasi dengan kesakitan-kesakitanku. Kumohon, pergilah . . .sebelum aku kembali berubah pikiran dan enggan melenyapkanmu dari sisi paling krusial dari hamparan memoriku yang kusut. Pergilah, Sebelum aku memintamu untuk memberikan senyummu kembali untukku . . . Cirebon, 2 oktober...