Langsung ke konten utama

Terima kasih untuk hujan senja ini

Setelah sekian hari aku mengalami sebuh akselerasi kegiatan untuk membunuh waktu, saya menikmati waktu yang berharga sambil menatap rinai hujan. Guratan langit abu-abu menyelimuti pandanganku. Suara hentakan hujan di atas atap baja ringan gaduh. Menyeretku kepada aroma sunyi pikiranku. 

Perutku sedikit keroncongan, membuat irama pertama dari dalam tubuhku. Selain itu, sepi tetap terjaga diantara mimpi mimpi dan gairah masa muda. Menyadari bahwa cinta seakan begitu jauh dari pandanganku membuatku merasa sedikit menyedihkan. Tanya menyeruak dari pikiranku, untuk apa sebenarnya aku hidup. Sesekali aku ingin menjadi penolong bagi orang lain, bersamaan dengan hal itu, saya sadar bahwa saya tengah berada di tepian jurang. 

Lalu kuarahkan pandanganku kepada mataku. Sinarnya biru penuh sesak oleh air mata yang tertahan. Kudapati kerutan usia nampak memenuhi sekitar kelopak mataku, tampak lingkaran hitam seperti melukiskan resah yang tidak pernah usai. Seketika aku teringat kalimat ibu Latifah almarhumah, Len, hati manusia senantiasa memiliki lubang yang hanya akan penuh oleh tanah kuburan. 

Air mata bermuara di pipiku. Namun langit usai menitikan hujan. Dadaku bergemuruh oleh mendung dan hujan yang tak kunjung henti. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendung Sabtu Sore

Angin bertiup kencang lembab dan terasa dingin. Sekumpulan langit abu-abu berarak dari utara. Membuka kenangan akan kesedihanku. Saat air mata seketika mengalir ketika kuingat tak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada mimpi, tidak ada cinta, dan bayangan indah dalam pikiranku telah sotna. Gelap pekat tak berdasar. Apakah demikian adalah masa depanku, hidup yang harus kutempuh.  Dengan berbagai macam cara aku membangun kesadaranku. Agar ia membangkitkan diriku dari kubangan hitam yang menjerat. Agar mampu berpikir jernih, lalu menerima diriku sebagai manusia. Sambil tetap berpikir, jahat sekali orang-orang memperlakukanku demikian. Kenapa aku harus menerima ini semua?  Dadaku sesak saat menyadari bahwa begitu banyak waktu yang kuhabiskan dengan membenci. Bersamaan melelehnya sebongkah sesak di dadaku, seiring pertanyaan yang muncul dalam kepalaku: Apakah aku tidak layak untuk dicintai?.  Orang-orang bilang bahwa aku terlalu keras hati. Kupikir mereka benar, sebab sedari dulu,...

Ulasan Serial Drama Korea 'When the Weather is Fine' 2020

Saya teringat ungkapan salah satu sastrawan Indonesia, Tontonan kita (Indonesia) sangat jauh dari sastra. Dialog yang diungkapkan kosong, tidak punya makna yang mendalam. Saya tidak tahu sebenarnya apa yang ingin disampaikan sebuah tontongan. Hal ini menjadi penyebab baik film maupun sinetron tidak menjadi sebuah hasil karya seni yang sarat makna. Hanya sekedar tontongan yag tidak ada gunanya.  Berbading terbalik dengan industri perfileman Korea Selatan, baik Serial Drama televisi maupun filmnya menjadi hasil karya yang patut diperhitungkan dan menjadi magnet belakangan ini. Bahkan menjadi pengarusutamaan budaya tersendiri di berbagai negara. Salah satunya di indonesia. Selain industri yang dikelola dengan baik sekaligus diksi dalam dialognya membawa pesan yang mendalam dalam kehidupan.  Seperti yang bisa saya dapat dari drama when the weather is fine. Sebuah drama televisi hasil adaptasi novel berjudul sama yang terbit tahun 2018. Mengisahkan hubungan romansa anta...

Dear, Marleni

Hai Marleni, kamu sudah melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berjuang sampai sejauh ini. Melakukan perubahan-perubahan dalam hidupmu. Menghadapi tantangan-tantangan hidup dengan tetap bersandar pada nilai dan prinsip hidup yang kau yakini. Terima kasih sudah berbuat baik dan memupuk dadamu dengan cinta kasih. Terima kasih mau bangkit lagi meskipun sudah jatuh berkali-kali.  Terima kasih tetap bertahan meskipun kamu sendirian. Terima kasih tetap percaya kepada orang-orang di sekelilingmu meskipun berkali-kali mendapati penghianatan. Tidak apa jika pernah kecewa atau menangis sekencang-kencangnya dalam diam dan kesepian. Kamu yakin bukan bahwa Tuhan menyayangimu?. Ia  maha segalanya, memberimu banyak kekuatan dan kasih sayang sehingga membuatmu bisa menerima dan memaafkan dan mengasihi setiap makhluk yang kau temui.  Penolakan dari orang lain tidak sepenuhnya karena kamu penyebabnya. Bisa jadi mereka hanya lelah dan sedih atas kehidupan yang mereka jalani. Selalu inga...